Nilai Langgar Etika dan Agama, Majelis Dai Muda Bulukumba “Tolak” Waria Ikut Perayaan HUT RI

oleh
Waria ditolak ikut perayaan hut RI di Bulukumba
para Dai Muda yang tergabung dalam Majelis Dai Muda Bulukumba, menolak Waria ikut perayaan HUT RI

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com – Sebentar lagi Indonesia akan merayakan kemerdekaan yang ke 72, dan semua daerah akan menyemarakkan kegiatan tahunan ini tak terkecuali Kabupaten Bulukumba.

Waria ditolak ikut perayaan hut RI di Bulukumba
para Dai Muda yang tergabung dalam Majelis Dai Muda Bulukumba, menolak Waria ikut perayaan HUT RI

Namun ada hal yang mengganjal di balik kemeriahan itu khususnya di mata para Dai Muda yang tergabung dalam Majelis Dai Muda Bulukumba, melalui ketua MDM, ust. Ikhwan Bahar mengatakan bahwa  Statemen Ini bukan asal lempar opini tapi sudah kami kaji di grup Dai Muda bersama teman teman Dai dengan berbagai argumen, bahkan dalil ayat dan hadist.

Ust. A. Armayadi selaku koordinator Dai di MDM mengungkapkan “Apapun bentuk permainan untuk memeriahkan HUT itu sah sah saja tapi jangan sampai melanggar etika agama dan budaya, termasuk adanya Gerak Jalan Khusus Waria dengan pakaian seronok.”

Di sisi lain, Ust. Maulana yang juga pengurus Dai Muda Bulukumba berharap jika kegiatan itu tetap ingin di laksanakan maka di harapkan para peserta termasuk sepak bola kalau ada, tidak menggunakan Daster karena itu pakaian wanita.

Senada dengan itu, Ust. Arman,  Ust. Muslim bersama Ust. Syamsir dan Ust. Abror masing masing selaku pengurus inti Majelis Dai Muda kompak menolak kegiatan HUT melecehkan kab ajaran agama apalagi kita sebagai daerah dengan perda keagamaan. Dan selanjutnya tugas kita untuk mengajak mereka kembali pada kodrat melalui dakwah dan nasehat yang baik.

Dan untuk maksud ini, kami sudah menyampaikan kepada pihak berwenang dalam hal ini bapak Wakil Bupati untuk mempertimbangkan dan mewanti wanti hal ini untuk menyampaikan pada seluruh jajarannya di tingkat kecamatan sampai desa, dan juga kami sudah minta pertimbangan dari ayahanda Ketua MUI K.H.Tjamiruddin, karena tahun lalu, Alhamdulillah sudah tidak ada kegiatan seperti itu, dan tetap semarak tanpa harus melanggar etika dan norma agama” tutup Ust. Ikhwan Bahar selaku Ketua Dai Muda Bulukumba. (RED2)