banner 728x250

Memaknai Sila Keempat Pancasila di Tengah Pandemi Corona

  • Bagikan
Sila Keempat, Kerakyatan Yang Dpimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.

SUARALIDIK.COM – Kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan. Kita harus mendahulukan kepentingan umum dan bijak memutuskan sesuatu perkara apalagi kita pada posisi penentu kebijakan ( policy maker ). Apa pun yang diputuskan dalam suatu perkara tidak bisa memuaskan semua pihak. Apalagi dalam menghadapi pandemi covid 19, masyarakat dibatasi melakukan kegiatan ekonomi demi mencegah penyebaran virus corona. Dua sisi sangat menyulitkan pendapatan menurun tapi terhindar dari penyakit.

Pemerintah membuat kebijakan “New Normal” masyarakat melakukan kegiatan seperti biasa tetapi memperhatikan.protokol kesehatan. Menumbuhkan kesadaran masyarakat dengan berdisiplin mengguanakan masker, physical distancing ( jaga jarak ) tidak semudah yang kita perkirakan. Sebagaimana tulisan saya sebelumnya ” Kesadaran Diri Epicentrum Dalam Melakoni New Normal Life”. Seindah dan sebaik apa pun kebijakan pemerintah melakukannya tanpa kesadaran masyarakat itu akan terasa sia-sia.

banner 728x250

Masyarakat kita majemuk dengan berbagai karakter di sinilah dibutuhkan kehati-hatian dan kebijaksanaan seorang pemimpin. Dalam kaidah ushul Fiqh

اذا تعارض المفسدتان رعي اعظمهما ضررا بارتكاب اخفهما

Ketika dihadapkan pada dua mafsadah (kerusakan) maka tinggalkanlah mafsadah yang lebih besar dengan mengerjakan yang lebih ringan.

Dalam kaidah ushul yang lain

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Menolak mafsadah (kerusakan) didahulukan daripada mengambil kemaslahatan.

Seorang pemimpin dibutuhkan kejelian tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat. Kata Hikmat Kebijaksanaan dapat ditemukan di dalam Al-Qur’an

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( Surah An-Nahl : 125 )

Menurut Prof.Dr. Wahbah Zuhaily penulis Tafsirul Munir dan Al-Fiqhul Islamy wa Adillatuhu, al-hikmah mengajak secara bijak dan benar berdasarkan dalil yang menjelaskan kebenaran.

Kebijaksanaan (Wisdom) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuan), kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan, dan sebagainya.

Permusyawaratan diambil dari Bahasa Arab musyawarah ( مشاورة )
Ini ditemukan juga di dalam al-Qur’an

وَشَاوِرْهُمْ فِى الْأَمْرِ ۖ

Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu ( Surah Ali Imran : 159 )

Menurut Prof.Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah
Yakni mereka yang mendatangimu dalam urusan yang layak untuk kamu musyawarahkan atau dalam urusan perang, karena itu memperbaiki fikiran mereka dan menarik kecintaan mereka serta sebagai pengajaran bagi umat setelahmu tentang disyariatkannya bermusyawarah. Yang dimaksud dengan musyawarah adalah bukan dalam urusan yang syariat yang telah jelas didalamnya. Hal ini mewajibkan bagi para pemimpin agar bermusyawarah dengan para ulama dalam hal yang belum mereka ketahui dan yang mereka bingungkan dalam urusan agama, dan bermusyawarah dengan para panglima perang dalam hal yang berhubungan dengan peperangan, dan dengan para pemuka masyarakat dalam hal kemaslahatan masyarakat, dan dengan para sekertaris, pegawai, dan Menteri dalam hal yang berhubungan dengan kemaslahatan dan pemakmuran negara.

Dapat disimpulkan Sila Keempat bahwa menghadapi berbagai kesulitan seorang pemimpin sebelum memutuskan suatu hal apalagi menyangkut hajat orang banyak terlebih dahulu melakukan musyawarah dan meminta masukan-masukan dari berbagai pihak sehingga tidak ada yang merasa dirugikan. Dan masyarakat dapat menerima apa yang diputuskan pemimpinnya.

تصرف الامام على الرعية منوط بالمصلحة

Kebijakan pemimpin atas rakyatnya dlakukan berdasarkan pertimbangan kemaslahatan.

Rasulullah SAW. bersabda :

كلكم راع وكلكم مسؤل عن رعيته

Artinya :

“Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya”.

M.Shodiq Asli Umar

Parepare, 4 Juni 2020

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *