Miris ! Kisah Seorang Janda 3 Orang Anak Dan Cucunya Bertahan Hidup Di Gubuk Reoknya Di Sinjai

oleh
Ibu salma
Foto : Gubuk Ibu Salma di desa Tongke-tongke Kab Sinjai

Suara Lidik Sinjai– kisah kehidupan ibu salma (45) di dalam sebuah gubuk bambunya penuh dengan perjuangan dan tantangan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya bersama 3 orang anak dan 3 orang cucunya.

Ibu Salma adalah seorang janda istri kedua dari Almarhum Hasanuddin (52) Pensiunan Dinas peternakan kab.sinjai dengan 3 anak yakni anak pertamanya bernama Nur imah (22) status janda,sementara anak keduanya bernama Nur mini (16) masih sekolah di SMK kelas 1 dan anak yang ketiga Muh.Amiruddin (11) masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) kelas 6.

Ibu salma
Foto : Gubuk Ibu Salma di desa Tongke-tongke Kab Sinjai

Nur Imah Anak pertama Ibu Salma yang sudah status janda juga memiliki 3 anak bernama M.Alif syam(5) M.Akbar suherman(3) dan M.Arjun suherman(2) yang kesemuanya hidup di dalam satu gubuk reok milik Ibu Salma.

Saat ditemui langsung oleh suaralidik.com, Ibu Salma menjelaskan kehidupannya selama ini bersama ketiga anak dan cucunya di dalam gubuk reok yang serba kekurangan.

kami bertahan hidup dengan gaji pensiun almarhum suami saya sebesar 1 juta per bulan” Tutur Ibu Salma, Minggu 26/3/2017

Kehidupan yang dihadapinya sangatlah memperihatinkan dengan kehidupan yang serba kekurangan ia mampu bertahan untuk menghidupi ke tiga anak dan ke tiga cucunya. Ibu salma yang statusnya janda itu hanya mengandalkan gaji pensiunan suaminya walaupun yang ia terima hanyalah satu juta per bulan ia tetap bertahan hidup beserta anak dan cucu cucunya.

Hasil pantauan suaralidik.com di rumah Ibu Salma yang terletak Desa Tongke Tongke dusun Maroangin Lr 2 kecamatan Sinjai Timur sangatlah tidak layak untuk ditempati lagi. Tampak dinding rumah terbuat dari kayu yang sudah lapuk,tidak ada Toilet (WC),Air bersih,atap rumah sudah pada bocor sementara tidak ada biaya perbaikan sama sekali.

Ibu Salma mengungkapkan jika dirinya bersama keluarga ingin buang air besar (buang hajat) terpksa dirinya ke sungai (kali) yang jaraknya lumayan jauh. Sementara untuk mengambil air bersih untuk konsumsi sehari-hari, Ia harus menempu jarak 1 Km lebih dari rumah.

Sementara untuk kebutuhan cuci pakaian atau mandi, Ibu salma beserta anak dan cucunya terpaksa numpang di sumur tetangga yang berjarak kurang lebih 50 meter dari rumanya dan itu pun airnya tidak bersih ( Asin dan keruh ) karena berdekatan dengan pesisir pantai.

Ibu Salma dengan sangat sedih mengatakan dan sangat berharap agar kiranya anaknya bernama Imah yang sudah status janda juga dengan 3 anak yang masih kecil bisa cepat mendapatkan pekerjaan yang halal agar dapat membantu keuanngan keluarga dan membiayai anak dan adik adiknya yang masih sekolah.

Dirinya juga sangat berharap ada perhatian bantuan langsung dari pemerintah Kab Sinjai untuk perbaikan rumahnya dan memberi bantuan modal usaha untuk usaha kecil kecilan.  (A.rasyid/bcht)