Oknum Guru SMP Negeri 2 Seputih Mataram Diduga Kuat Perjualbelikan LKS

oleh -
SMP Negeri 2 Seputih Mataram Lampung Tengah Jual LKS
SMP Negeri 2 Seputih Mataram

Lampung tengah, Suaralidik.com – Meski ada larangan dari Kemendikbud RI, oknum guru di sekolah SMP Negeri 2 Mataram Lampung Tengah diduga memperjualbelikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada muridnya.

Hal ini mulai mencuat ke publik setelah beberapa orang tua siswa mengaku jika anaknya setiap tahun membeli LKS di salah satu toko sesuai dengan arahan guru/wali kelasnya.

“selaku orang tua siswa dari kelas 7, 8 dan 9, memang selama ini anak saya setiap tahunya membeli buku LKS di toko CV.Kurnia Mataram dan semuanya itu dapat arahan dari guru/ wali kelas.’ Kata sumber yang tak ingin disebutkan Namanya.

Pengakuan orang tua siswa lainnya bahkan menyebutkan jika anaknya juga disuruh membeli LKS 8 mata pelajaran dengan harga yang bervariasi.

LKS diperjualbelikan
Contoh LKS yang diperjualbelikan

“Anak saya dari kelas 7 sampai 9 memang disuruh beli LKS , 8 mata pelajaran bervariasi harganya 10ribu sd 25 ribu mas katanya” kata orang tua siswa.

Menurut mereka (baca: orang tua siswa) merasa diberatkan dengan biaya-biaya LKS itu lantaran dirinya hanya petani.

“ sebenarnya keberatan karena kami petani , belum uang jajan dan semuanya itu harus dibeli , kalau tidak beli nanti ketinggalan pelajaran,” jelasnya kepada media, Jumat(28/1)

Pemilik Toko CV Kurnia, Sukar membenarkan jika pihaknya menjual LKS itu lantaran Ia bertindak sebagai salesnya.

“itu kan saya titipkan sama guru dekat sekolah karena jaraknya jauh, anak- anak mau ke toko kita mas, orang bali kalau enggak salah namanya pak putu dan sudah 3 tahun saya jual ini di smp tersebut,’ ujarnya

Sementara itu, Toko Dinda yang berjarak 100 meter dari sekolah juga membenarkan jika ada oknum guru yang menitipkan LKS.

“ kalau dulu terdapat LKS 8 mata pelajaran, sekarang sisa 3 mata pelajaran saja, entahlah 5 mata pelajaran lainnya dititip dimana,” jelas pemilik toko Dinda

Respon Lidik Pro Lampung Tengah

Ketua Tim Investigasi Lidik Pro Lampung tengah, Edoy menilai dan sangat menyayangkan sekolah SMP Neg 2 Seputih Mataram ini dijadikan ajang bisnis oleh oknum guru.

“Ironis hal yang dilakukan oknum guru SMP Neg 2 Seputih Mataram, ini mengkangkangi permendikbud no 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan , hal ini justru dari pihak kepala sekolah dan ketua komite sepertinya tutup mata,” kata Edoy

Lebih lanjut dikatakannya jika pihaknya akan mendatangi pihak sekolah dan ketua komite untuk meminta penjelasan atas dugaan kuat jual beli LKS di sekolah itu.(***Edy doy )

kpu BOLTIM
HUT Kabupaten Pinrang Ke-60