Sekolah Kembali Disegel, Siswa siswi MIS Dajo Herlang Terpaksa Belajar di Masjid

oleh -1.097 views
Siswa-siswi Sekolah MIS DAJO Herlang
Siswa-siswi Sekolah MIS Dajo lingkungan Durian, Kel Tanuntung Kecamatan Herlang Bulukumba, belajar di dalam bangunan Masjid, Rabu (18/7/2018)

Bulukumba, suaralidik.com – Siswa-siswi dan guru Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MIS) Dajo yang terlentak di lingkungan Durian kelurahan Tanuntung Kecamatan Herlang terpaksa melakukan proses belajar mengajar di dalam bangunan Masjid, Rabu (18/7/2018)

Pasalnya, Bangunan sekolah yang biasa digunakan untuk aktivitas belajar mengajar kembali diklaim (Disegel) oleh lelaki bernama Sammang bin Dopeng alias Usman yang kerap mengancam siswa-siswa dengan benda tajam di sekolah tersebut.

Selain kerap melakukan pengancaman, lelaki yang berumur 60 tahun tersebut pernah menanam pisang dalam lokasi sekolah lantaran Ia mengklaim kalau lokasi sekolah tersebut adalah hak miliknya.

Sekolah MIS Dajo Tanuntung Herlang Bulukumba
Bangunan sekolah MIS Dajo di Lingkungan Durian, Tanuntung Kecamatan Herlang, Bulukumba

Penyegelan sekolah MIS Dajo dengan jumlah anak didik 60 lebih siswa ini pernah juga disegel pada bulan Juni 2016 lalu oleh Sammang namun saat itu dimediasi oleh pihak Polres Bulukumba berdasarkan laporan kepolisian LP/287/VI/2016/res blk/Sulsel.

Hasil mediasi, Sammang yang mengklaim lokasi sekolah berjanji tidak akan mengganggu proses belajar mengajar hingga ada keputusan keabsahan kepemilikan dari hasil proses pengadilan.

Namun hingga saat ini, diketahui Sammang belum mengajukan surat gugatannya ke pihak pengadilan dan bahkan kembali melakukan penyegelan yang terkesan semakin brutal.

Rabu (17/7), Kepala sekolah MIS Dajo Amiruddin S.Pd, M.Si yang dikonfirmasi langsung menyebutkan kalau Sammang Dopeng memiliki surat keterangan jual beli yang tidak diketahui oleh pemerintah.

“memang ada surat jual beli yang sedang dipegang oleh Sammang Dopeng, cuma dalam surat keterangan tersebut tidak diketahui oleh Pemerintah, namun demikian perlu instansi terkait untuk mengambil tindakan karena terkait dengan nasib siswa-siswi dan bahkan para guru yang mulai trauma dan tidak konsentrasi lagi dalam proses belajar mengajar” Sebut Amiruddin

Amiruddin juga menambahkan kalau guru bersama siswa siswinya sudah 2 hari melakukan proses belajar mengajar di dalam bangunan Masjid yang jaraknya sekitar 50 meter dari sekolah yakni mulai pada hari Selasa (17/7/2018) dan hari Rabu (18/7/2018) ini. (***DRWS/BCHT)