Sempat Diwarnai Bentrok, Pleno Hasil Penyelidikan Kadisosdukcapil Sidrap Ditingkatkan

oleh
Bentrok Massa Pendukung DOAMU dan FATMA
Insiden Bentrok Massa Pendukung DOAMU dan FATMA

Pilkada Sudrap,suaralidik.com – Kasus dugaan keterlibatan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisosdukcapil) Sidrap, Saharuddin Laupe pada Pilkada Sidrap berlanjut. Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Sidrap mengeluarkan putusan terkait laporan masyarakat atas dugaan pria yang akrab disapa Sarlop itu mendukung salah satu pasangan calon.

Panwas memberikan rekomendasi kasus ditingkatkan agar pihak terkait dapat menindaklanjuti kasus dugaan keterlibatan Sarlop. Hal itu dikatakan pelapor, Syamsul Bahri, usai menerima putusan.

Baca Juga ; BREAKING NEWS: Massa DOAMU Bentrok Dengan Massa Fatma di Jalan Abidin Podo Sidrap

“Alhamdulillah, Panwas mengeluarkan putusan bahwa kasus Sarlop ditindak lanjuti ke pengadilan,” katanya. Menurutnya, tak ada alasan bagi pihak Panwas menghentikan kasus itu karena sudah banyak bukti terlapor.

“Kami banyak bukti keterkaitan kasus ASN tidak netral. Bahkan sebagai pejabat negara sudah diduga kuat ikut mendukung pasangan calon bupati,” katanya lagi.

Dia menambàhkan, dukungan Sarlop diduga dilakukan secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Bukti yang ditemukan menggunakan jaringan 26 yang sama dengan nama nomor polisi mobil dinas miliknya.

“Iya dia diduga kuat memberikan dukungan secara TSM,” tegasnya. Seperti diketahui, Sarlop pada pekan ini tertangkap basah membawa spanduk salah satu paslon bupati Sidrap. Dia lalu digiring ke Mapolres Sidrap dan Panwas oleh warga.

Kasus yang tercatat dalam laporan No 004/LP/PB/Kab/27.15/IV/2018 itu kini direkomendasikan untuk ditindak lanjuti pihak Penyidik Polres Sidrap, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Kemenpan RB dan BKN sebelum berlabuh ke pengadilan.

Sebelumnya, proses rapat pleno yang berlangsung di centra Gakumdu Panwaslu Sidrap berakhir bentrok antara koalisi pengawal demokrasi sehat, massa pendukung DOAMU dengan massa pendukung FATMA.

Massa DOAMU yang mengawal ketat jalanya rapat pleno dihadang oleh massa FATMA yang lebih dulu berada di Panwaslu.

Beruntung pihak kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres, AKBP Ade Indrawan meredam kedua kubu.(***BCHT)