Seorang Ibu di Pinrang Tegah Bunuh Anak Tirinya Pakai Pulpen

  • Bagikan
Ibu tiri di pinrang tega bunuh anaknya dengan pulpen
Ilustrasi kekerasan terhadap anak

Pinrang – Seorang Ibu Tiri bernama Saima (27) di Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan tegah melakukan pembunuhan sadis terhadap anak tirinya bernama MT yang masih berumur 4 tahun.

Hal ini diketahui ayah kandung MT bernama Herman (34) ketika mendapat telpon dari tetangganya.

“Karena saat saya pergi kerja tidak ada luka-luka di tubuh korban, pas saya balik dan memeriksa dadanya, saya yakin kalau dia pelakunya, kelewatan memang dia kalau memukul anak-anak alasannya selalu bikin anak-anak jera,” tuturnya.

Ayah kandung MT bernama Herman itu mengaku, dirinya kerap memergoki Sanima menganiaya anaknya itu, namun teguran Herman tidak membuat Sanima menghentikan kebiasaan kejinya hingga nyawa MT terenggut.

Baca Juga : Soal Ibu Tiri yang Membunuh Anak Umur 4 Tahun di Pinrang, Lidik Pro: Ini Pelanggaran Serius

Herman bahkan bercerita kalau Sanima memang sering memergoki Sanima memukul MT dan juga anak kandungnya sendiri.

“Kebiasaan memang dia kalau marah seperti itu, anak kandungnya saja dipukul, kayak tidak punya etika, beberapa kali saya tegur, namun tidak berubah, namanya keluarga kan kita mau yang terbaik,” kata Herman saat ditemui di rumahnya, Kamis (18/6/2020).

Herman pun berharap Sanima dihukum seberat-beratnya. Sanima kini masih dimintai keterangan secara intensif. Polisi pun menggandeng psikiater guna memeriksa kejiwaan Sanima yang tega membunuh MT di Pinrang, Sulawesi Selatan pada Selasa 16 Juni 2020.

Sanima diduga kerap menganiaya MT hingga tewas. Buktinya, polisi menemukan 23 luka di sekujur tujuh bocah malang itu.

“Kita melihat dari bukti-bukti yang ada lebih dari 20 luka, dan penganiayaan sudah dilakukan berkali-kali. Kita akan libatkan psikiater untuk mengetahui apakah pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau tidak,” kata Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Praditya Negara, Kamis (18/6/2020).

Berdasarkan pemeriksaan, kata Dharma, tersangka terlebih dahulu menginjak dada korban sebelum menusukkan pulpen berkali-kali. Tersangka sempat membawa korban ke bidan.

“Setelah itu tersangka mengambil pulpen di laci lalu menusuk-nusuk ke dada korban hingga mengeluarkan darah, tersangka sempat membawa sendiri korban ke Bidan desa, namun nyawanya tidak tertolong,” ujarnya (*ANT)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *