Terasa Naik Kuda, Zebra Cross Depan SDN 56 Parepare Kembali Dikeluhkan Pengguna Jalan

oleh
Saat kendaraan melintas terasa naik kuda. Tebal sebra cross 2 cm.

Ajatappareng, suaralidik.com – Belum lama ini, pernah di beritakan “Marka Zona Merah, Menelan Korban” (25/02/2018). Jalan Jendral Sudirman, depan SDN 56 Parepare, yang telah menelang korban luka-luka.

Saat kendaraan melintas terasa naik kuda. Tebal sebra cross 2 cm.

Sepertinya Pemerintah telah mendapatkan Solusi dari kesalahan yang dilakukannya, dengan memperbaiki marka jalan pada tempat tersebut. Senin, 05/03/2018.

Namun ironisnya, ini menjadi bahan tertawaan dan menjadi tanda tanya besar bagi pengguna kendaraan dan warga setempat.
“Saya heran, kenapa jalan dibuat begini, seperti naik kuda-kudaki” ujar salah seorang pengendara roda dua yang melintas.

Warga tertawa menonton pengendara terguncang lewati sebra cross

Marka jalan yang di buat oleh Pemerintah sepertinya tidak melelui kajian yang baik, dan asal buat dengan tidak memperhitungkan efek dan akibat dari apa yang dibangun. “entah pemerintah memilih perencana dari mana ini, itu perencana adaji sertifikasi atau keahlian dibidan ini?” Ujar Risal Mursal, ST. Yang juga Sekertaris Umum DPD LIDIK PRO Parepare. “Jangan sampai ini perencana asal-asalanji, sehingga kegiatannya juga asal-asalan”. Lanjutnya.

Daerah dan tempat yang sama telah dibuat dua kali rambu. Sehingga terkesan asal-asalan, karena rambu ini tidak memberi kenyaman pada pengguna jalan. Dan pemerintah kota perlu membedakan daerah yang layak rambu seperti itu, karena Jalan Jend. Sudirman adalah jalur Propinsi atau jalur nasional, yang tingkat kepadatannya sangat tinggi.

Sementara warga setempat merasakan kurang nyaman dengan Zebra Cross yang terlalu tebal “tidak napikirki pembuatnya ini garis-garis, coba bede tungguiki mobil besar lewat dengan muatan berat, sampai bergetar didalam rumah” kata Aris.

Secara teknis memungkin getaran bisa mengakibatkan keretakan dan kerusakan pada bangunan sekitar. (RIS/AD).