Waduh! Hotel dan Bar Di Bulukumba Ini Tak Berizin, Langgar Perda Pula

oleh
Gedung Fajarque di Jl Jendral Sudirman, Bulukumba, Susel. Tak mengantongi izin satupun, BAR nya juga melanggar Perda.

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Perusahaan Fajarque yang baru di lauching Sabtu kemarin (23/9/17) rupanya menyita perhatian sekaligus sorotan dari Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto.

Gedung Fajarque di Jl Jendral Sudirman, Bulukumba, Susel. Tak mengantongi izin satupun, BAR nya juga melanggar Perda.

Betapa tidak, perusahaan yang terletak di Jl. Jendral Sudirman, tak jauh dari kantor Bupati ini tak satupun mengatongi izin padahal dalam gedung perusahaan itu terdiri dari ragam usaha seperti, Hotel, Salon, Karaoke, dan Bar.

“Berdasarkan pengakuan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT), perusahaan itu (Fajarque) tak memiliki izin satupun. Kalau mereka tak mengurus izin seceoatnya kami akan menutup tempat tersebut,” Ungkap Tomy Satria kepada wartawan saat ditemui di kantor Bupati Bulukumba, Selasa (26/9/17).

Lanjut Tomy, yang membuat pihaknya tak habis pikir yaitu adanya usaha BAR di tempat itu yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Keagamaan, pasalnya dalam BAR itu ada ferforma DJ berpakaian seksi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berencana untuk menutup usaha tersebut karena banyak regulasi yang dilanggar.

“Sebenarnya saat itu kami diundang diacara launchingnya, namun karena tidak memiliki izin makanya kami tidak hadiri,” tambahnya.

Bukan hanya melanggar izin usaha, Tomy juga mengaku jika Bangunan Perusahaan yang berada depan Polsek Ujung Bulu itu melanggar pendirian usaha, “Fajarque melanggar pendirian usaha, karena berada terlalu dekat dengan jalan. Dalam aturan seharusnya 10 meter dari jalan, karena berada di jalan poros,” Akunya.

Terkait BAR dan fermorma DJ yang dapat merusak citra Bulukumba sebagai kabupaten Riligius. Tomy mengancam akan menidak hal tersebut.

” Saya juga dapat foto kalau hiburanya, diisi dengan performa DJ seksi, yang hanya mengenakan pakaian dalam saja,” kata Tomy.

Terpisah, Camat Ujung Bulu, Bulukumba, Aprizal saat dikonfirmasi mengaku jika diawal pendirian usaha telah menandatangani permohonan IMB, hanya saja terkait tekhnisnya dia menyarankan untuk langsung ke SKPD yang bersangkutan.

“Sekedar rekomendasi, karena kami melihat ada legalitas lokasi dan PBBnya, selebihnya itu di Perizinan,” singkat Aprizal. (Indra/ Ar)