Warga Desa Ara Berujuk Rasa Dan Akan Tutup Kawasan Objek Wisata Appalarang

oleh
desa ara
Unjuk rasa oleh warga desa Ara di depan kantor camat Kec Bonto bahari Kab Bulukumba, Jumat 17/03/2017

Suaralidik.com,Bulukumba- Masyarakat desa Ara berujunk rasa di depan kantor kec.Bonto bahari Kel.Tanah lemo Kec.Bonto bahari kab.Bulukumba terkait dengan objek wisata appalarang yang semakin tidak jelas eksistensinya.

desa ara
Unjuk rasa oleh warga desa Ara di depan kantor camat Kec Bonto bahari Kab Bulukumba, Jumat 17/03/2017

Unjuk rasa yang berlangsung pada hari jumat tgl 17 maret 2017 pukul 08.46 wita, menuntut agar menghentikan klaim penguasaan lahan secara pribadi oleh oknum tertentu dan meminta penertiban SPT atas semua lahan masyarakat yang ada di kawasan objek wisata Appalarang.

Hasil pantauan suaralidik.com di lokasi unjuk rasa,masyarakat Ara menyuarakan 8 poin tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah kecamatan Kec.Bonto bahari,Kepala desa Ara dan desa darubiah yang diantaranya :

– Hentikan klaim penuasaan lahan secara pribadi
– Masyarakat kadieng/ tinadung menuntut penerbitan SPT atas semua lahan masyarakat yg ada d.kawasan wisata Appalarang.
– Masyarakat kadieng/ tinadung yang ada desa ara menutut untuk d.berdayakan dikawasan Obyek wisata Apparalang.
– Masyarakat kadieng/ tinadung mengutuk keras isu rekomendasi pemecatan yang di lakukan kepala desa ara terhadap kepala dussn Maroanginga.
– Menuntut perintah desa ara dan desa darubiah untuk segera memperjelas dan mengesankan batas2 desa.
– Masyarakat kadieng/tinadung tidak mengakui isu tentang keberadaan hutan adat yang ditetapkan secara sepihak oleh perintah desa.
– Masyarakat kadieng/Tinadung memintak kepada perintis dan perintah ara untuk menghentikan pungutan2 terhadap pengunjung sebagai kontribusi untuk masuk di kawasan obyek wisata appalarang karena tidak memiliki legitimasi yang jelas.
– Masyaraka akan tetap menutup kawasan obyek wisata Appalarang sampai ada kesepakatan antar pihak pemerintah desa ara dengan masyarakat kadieng/ Tinadung sebagai pemilik lahan di kawasan obyek wisata appalarang.

Aksi unjuk rasa dengan jumlah massa 70 orang yang dipimpin oleh Sukardi selaku korlap diterima oleh kepala Kecamatan Bontobahari Dedi Rahmani.

Di depan peserta pengunjuk rasa, Dedi menyampaikan bahwa dirinya akan memediasi dan musyawarah antara pihak pemerintah desa Ara dan masyarakat kadieng/ Tinadung.

Dedi juga menambahkan jika apa yang disampaikan yang menjadi tuntutan pengunjuk rasa, sementara ini pemerintah kecamatan belum bisa mengambil keputusan tentang hak-hak kepemilikan tanah dan pengelolaan obyek wisata Appalarang dan berusaha akan memperjuangkannya juga kepada pemerintah kabupaten khususnya bupati Bulukumba.

Sekitar Pukul 09.50 wita, pengunjuk rasa setelah mendengar penjelasan dari Camat Bonto Bahari, mereka melanjutkan aksinya di depan kantor desa Ara kec.Bonto bahari dan menyampaikan isi orasi dan tuntutan yang sama.

Kepala desa Ara Muliadi salam menjelaskan jika masalah ini akan harus dibawa ke kabupaten,jadi kami dari perintah desa ara tidak bisa mengambil keputusan soal obyek wisata yg ada di desa ara.tutur Muliadi kepada peserta unjuk rasa,Jumat 17/3/2017.

Peserta unjuk membubarkan diri sekitar pukul 10:30 wita setelah menerima penjelasan dari kepala desa Ara. ( RGL/BCHT)