Inilah Penemuan Baru Ir. Hasan Basri, Cara Tangkal Hama Bawang merah Ramah Lingkungan

oleh
bawang merah bulukumba
Penemuan baru : cara tangkal hama bawang merah yang ramah lingkungan

Lidik Bulukumba,- Kendala pertanaman Bawang merah di lahan budidaya, masih terpola soal adanya serangan hama ulat buah. Untuk pengendalian, petani hanya memakai zat kimia hasilnya tak maksimal meredam dan pula cara itu tidak ramah lingkungan.

bawang merah bulukumba
Penemuan baru : cara tangkal hama bawang merah yang ramah lingkungan

Perlu memang cara lain menangkal serangan hama Ulat buah. Di kabupaten Bulukumba, kini seorang Pakar Ilmu Pertanian telah meneliti & menemukan cara baru, menangkal hama ulat pada budidaya per tanaman buah, Bawang merah atau Padi dan jenis palawija lainnya.

Metoda kerjanya aktif sebagai penemuan baru.Hama ulat bisa diredam, dialihkan dan dikendalikan perhatiannya untuk tidak menyerang tanaman pokok bawang merah (Allium cepa).Hama berupa ulat misal nya, dialihkan perhatiannya agar tidak menyerang tanaman yang berbuah atau sedang membuat umbi.

Hama itu diarahkan untuk mendekati kembang warna kuning yang disebut Repugia yang juga dipasangkan Pipa lingkat kuning, dibuat dari pipa paralong yang diberi lem tikus perekat dan digantung di atas tanah. Ternyata hama itu, sangat menyukai warna kuning.
Pipa paralon di cat kuning itu, di jejer di lahan, tempat dimana tanaman bawang di tumbuh kemba ngkan untuk hidup dan berbuah. Hama Ulat tak jadi mengganggu tanaman pokok.Jenis betina dan jantannya tak saling bertemu untuk kawin beranak pi nak.Mereka terperangkap, lengket di pipa lingkar kuning itu. Tanaman selamat dari serangan, hama tidak datang merusak menggerogoti akar dan buah.

Ir Hasan Basri
Foto : Ir Hasan Basri saat menunjukkan hasil temuannya kepada suaralidik.com

Penemuan cara menangkal hama ini, ditemukan oleh Ir.Hasan Basri, Sang kepala UPT pada ‘Laboratorium’ Instalasi Pengamatan -Peramalan & Pengendali an Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3-OPT) Gan jenge, Batukaropa Bulukumba,sejak tahun 2016 lalu.

Ditemui dilahan percobaan Batukaropa, Rabu (3/2) Hasan Basri ( 53),adalah Insinyur lepasan IPB Bogor itu, berbincang soal temuannya. Dia mengaku senang menggeluti dan meneliti tentang tingkah pola jenis serangan dan kesenangan hama ulat buah yang suka menggeroti tanaman pada saat sedang tumbuh, membentuk buah seperti umbi pada tanaman Bawang, dilahan tempat hidupnya.

Percobaan menanam bibit Bawang dimulai, saat akhir kemarau. Menurut Hasan dilakukan pada awal Nopember 2016 lalu, di luas lahan 6 Are. Budidaya dicoba tanam bawang merah.Caranya sebelum bibit ditanam dilakukan pengirisan dagingbuah, di dekat tumbuhnya tunas daun. ” Ini dilakukan agar akar bisa banyak dan lebih cepat membentuk daging umbi”, jelas Hasan menerangkan.
Hasan mengungkapkan, sebelum bibit Bawang merah ditanam, lebih dahulu diberi perlakuan dengan dicelup pada air akar bambu.Tujuannya, agar bibit tumbuh dan resisten terhadap hama dan penyakit. Pemeliharaan tanaman, diberi pupuk kompos organik
” Mengapa harus ada air akar bambu ? Ini hasil temuan & penelitian. ” Tanaman Bambu adalah pohon yang tahan hidup tanpa air, dan tak ada hama dan penyakit yang mau menyerang. Ini ada faktanya dan silahkan amati”, terang Hasan, seraya menunjuk kan lahan percobaannya .

Dalam percobaan tanam bibit bawang merah dilah an IP3. OPT Batukaropa, menurut Hasan dilakukan penanaman di lahan ukuran 2,5 kali 2,5 meter. Bibit bawang tumbuh subur, menghasilkan umbi Bawang yang segar dan berisi. Bawang itu telah di panen, hasilnya sangat memuaskan.Produksinya capai ma ksimal, dan menguntungkan bila dijual.Bawang dikelola dengan metoda barunya, tidak ada serangan hama lgi “,ungkapnya. (noer arauf/Bcht)

BACA JUGA :