Makassar Recover

Pemkab bantaeng

Kepsek SMPN 2 Seputih Mataram Bantah Perjualbelikan LKS

  • Bagikan
Kepala Sekolah SMPN 2 Seputih Mataram, Sulaeman
Kepala Sekolah SMPN 2 Seputih Mataram, Sulaeman

Lampung tengah Suaralidik.com – Kepala sekolah SMPN 2 Seputih Mataram Lampung tengah, Sulaeman bantah jika sekolahnya perjualbelikan Lembar Kerja Siswa (LKS) diperjualbelikan, Sabtu (1/2)

Baca Juga ; Oknum Guru SMP Negeri 2 Seputih Mataram Diduga Kuat Perjualbelikan LKS

Pemkab bantaeng

Dirinya mengaku bahkan tidak pernah tidak pernah memerintahkan guru-guru di sekolahnya untuk memperjualbelikan LKS

“Setahu saya guru tidak jual LKS om, Anaknya sendiri yang beli di toko Kurnia trsbt, Kami tidak pernah memaksa untuk beli LKS tersebut karena buku wajib Kami sudah terpenuhi dan ada pada anak. Kalaupun ada anak yang tidak kebagiaan buku dimungkinkan karena pemesanan buku itu kurang karena ikuti jumlah anak dan itu terpenuhi dengan belanja ditahun berikutnya,”kata sualaiman melalui Whatsappnya.

Sementara itu, Pengurus Lidik Pro lampung tengah, Edoy menilai statement kepala Sekolah SMPN 2 Seputih Mataram bertolak belakang dengan hasil investigasi dari beberapa sumber dan orang tua siswa.

“Sumber Kami Valid, ada surat pernyataan mereka ke Kami, karena termasuk orang tua siswa dan bahkan ini sudah berlangsung selama 3 tahun,” tegas Edoy.

bahkan mereka pengakuan dan jawaban mereka semua sama, mereka diarahkan oleh oknum guru dan siswa wajib membeli.

” Semuanya sudah diarahkan guru dan wajib anak – anak membeli , bila pihak sekolah menyangkal pembelian buku LKS , semuanya itu bohong mas,” tiru Edoy dari sumbernya.

Bahkan Edoy mempertanyakan anggaran pengadaan buku itu dialokasikan kemana.

“Diketahui , dana bantuan operasional sekolah (dana bos ) bersumber dari APBN , pada triwulan 2 20% dari pagu anggaran yang diterima untuk pembelian buku teks dan non teks seharusnya bila mengacu jumlah siswa yang bersekolah smp n 2 Seputih Mataram sudah lebih cukup untuk pembelian buku karena mengikuti jumlah siswa , kemanakah anggaran tersebut?,” Jelas Edoy.

Kepada media, Edoy akan segera berkordinasi dengan inspektorat kabupaten Lampung tengah agar segera dilakukan audit di sekolah SMPN 2 Seputih Mataram itu. (***DRW)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *