banner 728x250

banner 728x250

Miris ! Rumah Panggung Milik Nenek Cae Di Sinjai Selatan Terancam Rubuh

  • Bagikan
Rumah Nenek Cae di Sinjai selatan

Sinjai, suaralidik.com – Sebuah rumah panggung yang diperkirakan berusia 40 tahun lebih yang di huni oleh sang nenek yang bernama Cae (78) tahun bersama dengan seorang anak perempuannya Ani (50) tahun, dan seorang cucu perempuannya yang masih status pelajar. Rumah tua tersebut menjadi perhatian di kalangan masyarakat sekitarnya dan juga menjadi perhatian pengguna jalan yang melintasi daerah tersebut. Sampai berita ini di turunkan Rabu 23/12/2020.

Dari Pantauan media di lokasi diketahui bahwa rumah panggung tua itu bertempat di Desa Aska Dusun Jennah Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai.

banner 728x250

Nenek Cae yang dijumpai langsung oleh awak media di kediamannya mengatakan, “Beginilah kehidupan saya nak, hidup seadanya bersama anak serta cucu saya yang masih sekolah. Saya mempunyai anak 5 orang dan sudah ada 4 orang yang sudah menikah dan telah memiliki rumah masing-masing”, tuturnya.

“Saya berharap dimasa hidup saya ini, ingin melihat rumah saya ini dapat diperbaiki sebelum saya meninggal”, harapnya.

Ani, anak sang nenek juga menambahkan curhatannya kepada media bahwa “Saya ini hanyalah perempuan Pak, namun saya akan berusaha sekuat tenaga saya untuk memperbaiki rumah peninggalan bapak saya ini yang bangunan rumahnya sudah berusia sekitar 40 tahun lebih. Saya akan berusaha mengabulkan keinginan ibu saya tuk perbaikan rumah kami, meskipun saya harus bekerja banting tulang di luar sana menjadi buruh pemotong padi. Dan itupun kalo ada lagi panggilan potong padi di Luar Kabupaten Sinjai.” Ungkapnya.

Baca Juga : Soal Rumah Reyok Nenek Cae di Sinjai Selatan, Ini Respon Sekdes Desa Aska

“Setiap hari saya dan ibu saya mengumpulkan batu sedikit demi sedikit yang kami dapatkan di areah perkebunan dan persawahan, yang kami pikul bersama. Batu yang kami kumpulkan ini nantinya akan kami rencanakan untuk membuat pondasi rumah dan membuat WC, karena selama ini kami tidak memiliki WC dan itupun kalo nantinya kami punya Dana untuk beli material pasir dan semen.”

“Tapi alhamdulillah berkat bantuan dari saudara-saudara kami serta keluarga sehingga kami sudah ada Dana sedikit untuk perencanaan beli material tersebut. Dan kiranya ada pemerintah yang bisa membantu meringankan beban kami ini.” Harapnya.

Di sisi lain, Kepala Bidan Perumahan Rakyat (Ir. Anshar Arsjad, ST., MM) yang dikonfirmasi oleh media melalui fia telefon mengatakan “Kami dari Dinas Perkimtan akan mengusulkan ke kementerian PUPR supaya masuk Program BSPS tahun 2021, dan mudah-mudahan di Desa Aska bisa mendapatkan alokasi anggaran untuk tahun 2021. Dan kami juga berterima kasih kepada teman media atas informasi dan konfirmasinya ke pihak kami.” Tuturnya. (A. basri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *