banner 728x250

banner 728x250

Soal Rumah Reyok Nenek Cae di Sinjai Selatan, Ini Respon Sekdes Desa Aska

  • Bagikan
Kabid Perumahan Rakyat Ir.Anshar Arsjad, ST.,MM

Sinjai, Suaralidik.com – Pemberitaan tentang kondisi memprihatinkan kediaman nenek Cae di Dusun Jennah Desa Aska kecamatan Sinjai Selatan viral di media sosial, Kamis (24/12/2020).

Selain menarik perhatian netizen, pemerintah setempat juga ikut angkat bicara.

banner 728x250

Baca Juga : Miris ! Rumah Panggung Milik Nenek Cae Di Sinjai Selatan Terancam Rubuh

Sekertaris Desa Aska, Aprianto yang dikonfirmasi via telepon menyebutkan jika dirinya tidak tahu kondisi kediaman nenek Cae.

“Terkait rumah nenek Cae tersebut, saya tidak tau bahwa seperti itu dan saya baru tau karena tidak ada laporan dari kepala dusun setempat. Dan saya juga tidak tau apakah nenek itu mendapatkan bantuan dari pemerintah Desa atau tidak, sebab saya tidak hafal nama-nama penerima bantuan yang ada di Desa”, kata Aprianto

Rumah Nenek Cae di Sinjai selatan

“Yang jelas kami akan turun dan cari tau dulu dan kami atas nama pemerintah Desa akan berupaya semaksimal mungkin agar si nenek tersebut bisa terbantu tuk perbaikan rumahnya, dan siapa tau bisa dimasukkan di anggaran berikutnya tahun 2021 mendatang”, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidan Perumahan Rakyat Dinas Perkimtan Ir. Anshar Arsjad, ST., MM akan mengusulkan dan memasukkan dalam program BSPS tahun 2021.

“Kami dari Dinas Perkimtan akan mengusulkan hal ini ke kementerian PUPR supaya masuk Program BSPS tahun 2021. Dan mudah mudahan di Desa Aska Sinjai Selatan bisa mendapatkan alokasi anggaran untuk tahun 2021”, respon Anshar.

Aktivis Lidik Pro Sinjai, Andi Basri yang turun langsung ke lokasi kediaman nenek Cae justru berharap kepada pemerintah Desa atau Pemerintah Daerah Sinjai agar segera bertindak lantaran masuk dalam kategori urget.

“Maunya hal seperti ini segera ditindak lanjuti Pak, soalnya rumah sang nenek itu sudah siaga satu keadaannya atau sudah emergenzy. Dan setau saya kan ada anggaran biaya tak terduga yang disiapkan di Desa, itukan bisa dipakai tuk perbaikan rumah sang nenek. Jadi kalau bisa dikerjakan ya dikerjakan jangan dicerita.” Tutupnya. (*Abas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *