Pasar Cekkeng Akan Dibongkar,Hanya 547 Yang Bisa Menempati Kios Baru

oleh
Pasar cekkeng dibongkar
Foto : Sosialiasasi pembagian kios pasar cekkeng unjung bulu kab bulukumba oleh Dinas Keuangan Bulukumba,Senin 13/02/2017

Suaralidik.com,Bulukumba : Sesuai dengan rencana difungsikannya bangunan pasar cekkeng yang terletak Jl. Yos Sudarso Kec.Ujung Bulu Kab. Bulukumba,Dinas Keuangan menyampaikan kepada pedagang di pasar cekkeng seputar pembagian kios atau lost dalam sosialisasinya yang berlangsung pada hari Senin 13/02/2017.

Pasar cekkeng dibongkar
Foto : Sosialiasasi pembagian kios pasar cekkeng unjung bulu kab bulukumba oleh Dinas Keuangan Bulukumba,Senin 13/02/2017

Sejak bulan juni 2016 lalu Hingga saat ini sudah terdapat 700 pedagang pasar cekkeng yang sudah melakukan pendaftaran namun demikian hanya diutamkan 547 Pedagang yang sudah terdaftar terlebih dahulu.Berdasarkan data tersebut tentunya masih ada sekitar 153 Pedagang yang belum bisa menempati kios baru untuk berjualan.

Hal ini disampaikan oleh Kadis Keuangan Bulukumba Drs.Andi Mappiwali dalam kegiatan sosialisasinya di depan pedangang pasar cekkeng pada hari senin 13/02/2017 yang juga dihadiri oleh Nasrudin (Sekretaris Dinas Keuangan), Mappi (Kabid Penagihan), H. Muslim (Kasi Keuangan), Musjadir (Mewakili Camat Ujung Bulu), Nasrulah (Lurah Terang – terang), Jalaludin, SE (Lurah Ela – ela), dan sekitar 500 pedagang Pasar Cekkeng.

“pendataan pasar Cekkeng telah dilakukan sebelum terjadi pembongkaran yaitu pada 20 – 23 Juni 2016 dan diperoleh data sebanyak 547 pedagang, namun saat ini berkembang menjadi 600 sampai dengan 700 pedagang, tetapi Pemkab mengutamakan terlebih dahulu 547 pedagang karena sudah ada daftar namanya” Ungkap Andi Mappiwali,senin 13/02/2017.

Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya menuturkan kalau pasar lama dibongkar kemudian ada yang belum mendapat kios,terus mereka harus berjualan dimana lagi pak ?sementara kita harus terus berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.keluhnya kepada suaralidik.com pasca sosialisasi oleh Dinas Keuangan. (RGL/BCHT).