Siswa MIS Dajo Herlang Masih Belajar di Masjid, Polisi dan Kemenag Bulukumba Santai

oleh
Photo : Surat pernyataan Usman dengan pihak pemerintah Kecamatan Herlang

Bulukumba, suaralidik.com – Memasuki hari kelima, siswa-siswi dan guru Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MIS) Dajo yang terletak di lingkungan Durian kelurahan Tanuntung Kecamatan Herlang masih melakukan proses belajar mengajar di dalam bangunan Masjid.

Baca juga: Sekolah Kembali Disegel, Siswa siswi MIS Dajo Herlang Terpaksa Belajar di Masjid

Hingga saat ini belum ada tindakan berarti dari Kepolisian dan Kementerian Agama Bulukumba. Proses belajar mengajar tetap berjalan tapi siswa-siswi dalam ketakutan.

“Beberapa siswa sempat diancam senjata tajam oleh oknum yang menyegel sekolah,”ungkap Ibu Bau salah seorang guru MIS Dajo.

“Mestinya pihak Kepolisian sudah mengamankan oknum yang mengancam siswa-siswi MIS Dajo. Sementara itu oknum juga sudah melanggar surat pernyataannya. Demi keselamatan siswa-siswa oknum Usman harus diamankan,”tukas Muh Darwis, Sekjen DPP Lidik Pro.

Sementara itu Kepala Sekolah MIS Amiruddin, S.Pd, M.Si menyatakan sampai saat ini pihak Kepolisian belum mengamankan Usman.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, bangunan sekolah yang biasa digunakan untuk aktivitas belajar mengajar kembali diklaim (Disegel) oleh lelaki bernama Sammang bin Dopeng alias Usman yang kerap mengancam siswa-siswa dengan benda tajam di sekolah tersebut.

Selain kerap melakukan pengancaman, lelaki yang berumur 60 tahun tersebut pernah menanam pisang dalam lokasi sekolah lantaran Ia mengklaim kalau lokasi sekolah tersebut adalah hak miliknya.

Penyegelan sekolah MIS Dajo dengan jumlah anak didik 60 lebih siswa ini pernah juga disegel pada bulan Juni 2016 silam. (***DRWS)